Monthly Archives: June 2014

Jakarta Perlu Ruang Terbuka Hijau

Jogging

Jogging – Lokasi. Taman Langsat Jaksel

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta, nampaknya sudah semakin urgent. Kondisi masyarakat yang cenderung mudah stress, memerlukan alternatif lain untuk bisa keluar dan menghirup udara segar.

Dijakarta sendiri, keberadaan RTH memang belum berasa cukup. Berita yang dilansir kompas.com mengutip perkataan Kepala Bidang Taman Kota Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Suzi Marsitawati mengatakan, dari target 30 persen, DKI Jakarta baru memiliki 10 persen RTH.  Continue reading

Advertisements
Tagged , , ,

Trotoar (Bukan) Untuk Pejalan Kaki

Ketika moda transportasi di Jakarta sudah tidak bisa diandalkan, apakah jalan kaki menjadi solusi untuk bisa lebih aman?

20130724_motor-jalan-di-trotoar_5102   trotoar-beffy

Belum tentu. Rasanya, menjadi pejalan kaki di Jakarta, sama tidak amannya dengan naik angkutan umum yang ugal-ugalan. Sedih betul rasanya menyaksikan trotoar jalanan di ibukota yang peruntukannya berubah. Hak pejalan kakinya, direnggut paksa.  Continue reading

Tagged , , , ,

Taksiku Sayang, Aku Yang Malang

Menjadi penduduk Jakarta, rasanya semua moda transportasi sudah pernah kami coba. Transjakarta, yang dulu adalah andalan saya, sekarang nampaknya tidak lagi menjanjikan. Banyak sekali kesemerautan yang membuat transportasi ini menjadi, amat sayang, kelihatan tidak lagi menjadi alternative yang baik.

Image

Jika mau lebih nyaman, cobalah taksi. Ongkosnya memang cukup lumayan. Taksi, di Jakarta jumlahnya ribuan. Menurut lansiran media, tahun 2013, jumlah taksi yang beroperasi di Jakarta tersedia 37 ribu unit. Dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 14ribu orang. Konon, jumlah ini jauh lebih kecil jika disbandingkan dengan Negara tetangga kita, Singapura yang mempunyai 45 ribu armada taksi untuk sekitar 5,4 juta penduduk.  Continue reading

Tagged , , , , ,

TransJakarta Tak (Lagi) Nyaman

Beberapa hari ini, rasanya Transjakarta Busway, menjadi sangat tidak bersahabat. Prilaku orang-orang yang naik, suasana halte yang semerawut, hingga oknum-oknum petugas yang terkesan cuek dan tidak ambil pusing dengan keadaan calon penumpang dan laporan hal-hal yang terjadi.

1340026image780x390

Saya dan istri, kerap kali harus menggunakan sarana transportasi umum untuk berangkat dan pulang bekerja. Hampir pasti, setiap hari, kami harus berjibaku untuk bisa sekedar masuk dan berdiri didalam armada transjakarta. Kami berangkat, dari halte transjakarta LIA Pramuka, di koridor 4 yang mengubungkan Pulo Gadung – Dukuh Atas. Untuk kemudian, berpindah ke koridor 1, menuju Blok M. Dan pulang dengan rute sebaliknya.  Continue reading

Tagged , , , , ,

Mari Ke Pasar

Sayuran Segar

Berapa lama sudah tidak ke pasar tradisional?

Banyak nya mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta, sering kali membuat belanja ke pasar tradisional berasa sangat tidak menyenangkan. Bayangan tentang pasar yang becek, pengap, dan penuh dengan orang-orang yang berseliweran, kadang memupus keinginan untuk menjelajah tempat asal muasal mall berdiri. Tempat dimana sistem jual beli paling klasik dilakukan setelah barter.  Continue reading

Tagged , , ,

Menjadi Pendaki Pemula

Image

Olahraga mendaki gunung, sepertinya memang tidak pernah ada matinya. Dari jaman pertama kali dilakukan, tidak pernah sepi peminat. Keindahan gunung-gunung dengan segala cerita yang menghiasainya seperti sudah menjadi daya magis yang kuat untuk menarik para pendaki muda mencoba untuk menjajagi kegiatan ini. Siapa pula yang mau dengan rela, melepaskan pemandangan indah danau segara anak di gunung rinjani? Danau ranu kumbolo di gunung Semeru? Atau mungkin keindahan gunung-gunung lain di dunia? Di Indonesia sendiri, pendakian gunung menyedot animo begitu banyak kalangan. Remaja, orang tua, bahkan anak-anak. Rela berdingin dan berpeluh-peluh demi memuaskan keinginan menjadi pendaki gunung.  Continue reading

Tagged , , , , , ,

When It Is Done!

When It Is Done!

I am done
dealing with day

I am now

facing the night come ..

Tagged

Rasanya, bisa saja menjadi elang

tapi aku memutuskan menjadi kijang

rasanya, bisa saja menjadi pembual

tapi aku memutuskan menjadi pendengar

rasanya, bisa saja menjadi kepala

tapi aku memutuskan menjadi nadi

ini baru permulaan,

ketika akhir begitu dekat, awal terasa semakin jauh

ini baru permulaan

ketika mata berhenti melihat, batin merasa dengan halusnya

Pada Bermula

Tagged