Pesona Ujung-Ujung Belitung

dsc00095

Era Laskar Pelangi, baru saja surut. Ya, novel karya Andrea Hirata yang sangat mahsyur di tanah air itu, menyisakan rasa penasaran tersendiri, terhadap setting tempat cerita dibuat. Ketika film dengan judul yang sama diproduksi dan tayang dibioskop-bioskop tanah air, panorama Belitong, membawa imajinasi rasa ingin tahu dan eksplorasi terhadap pulau indah ini semakin besar. Pariwisata Belitung, menggeliat dengan pesat kemudian.

Pemandangan pantai-pantai berair tenang dan jernih dengan pasir putih dan bebatuan besar menjadi daya tarik yang kuat. Lanskap pegunungan yang menghijau, serta tentu saja Kopi dan kuliner nya yang membuat lidah kepayang. Serta jarak tempuhnya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, membius banyak orang untuk terbang dan menjadi bagian dari keharuan Laskar Pelangi.


Perjalanan kami ke Belitung, memang tanpa rencana besar. Tidak ada itinerari yang harus kami patuhi, pun tidak ada pemandu. Yang ada hanya hotel dan tiket pesawat yang sudah kami booking dari satu bulan sebelum keberangkatan. Istri saya, menukarkan milage Garuda Frequent Flyer miliknya dengan 4 tiket PP Jakarta – Tanjung Pinang – Jakarta. Dan, terbanglah kami berdua, dengan mertua saya alias mama dan papa istriku, ke Belitung.

Ini memang bukan perjalanan pertama saya ke pulau penghasil timah yang terkenal dengan cerita Laskar Pelangi. Jauh sebelum Andrea Hirata menceritakan kisah hidup Ikal dan kawan-kawannya, saya pernah melancong kesini. Namun, masa ini suasanya berbeda.

dsc00222

Sebenarnya, tidak banyak yang terlalu berubah dari Belitong. Hanya, jalan-jalannya sekarang rapi semuanya. Hampir tidak ada jalan tanah sepanjang perjalanan kami. Semua jalanan beraspal keras dan mulus. Populasi kendaraan roda dua dan empat memang tidak seperti Jakarta atau kota-kota lain di Jawa. Jumlahnya relatif sedikit. Bahkan, saya tidak pernah menjumpai kemacetan pada semua ruas jalan di Belitong.

Untuk Perjalanan kami ini, saya akan menuliskannya berseri. Dari satu tempat ke tempat lain. Karena perjalanan kali ini, memang bukan liburan biasa buat kami. Papa, jadi sopir yang sangat handal. Dari ujung ke ujung pulau Belitung, kami sambangi dengan mobil sewaan.

dsc00119

Lupakan pulau Lengkoas yang terkenal sejagat raya. Kami, memang menghapus ikon Belitung yang satu ini. Selain karena sudah pernah, juga karena kalau ke pulau, satu hari akan habis disana. Sementara, ongkosnya lumayan mahal.

Jadi, beginilah perjalanan kami di pulau Timah, untuk menengok Pesona di Ujung-Ujung Belitung. [ibm0217]

(bersambung)

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: