Dari Museum Kata, ke Kampung Ahok, Lalu ke Puncak Bukit Samak

dsc00080

Sebenarnya, kami hanya singgah saja di Museum Kata milik Andrea Hirata. Bangunan warna-warni yang langsung menarik perhatian ini memang menjadi ikon baru di Belitung. Ketika kami datang, beberapa pengunjung sedang asik berphoto ria.

Untuk berphoto disini, tidak dikenakan biaya. Ada beberapa spot yang asik untuk bergaya. Ada jendela terbuka dengan latar belakang pedesaan, pintu besar, dan dinding yang di cat warna-warni. Dibagian depan bangunan, ada warung kopi dan makanan. Warung Kopi Kuli namanya. Sayangnya, ketika kami datang, masih tutup.

Untuk masuk ke dalam museum, pengunjung harus membeli buku karya sang pemilik seharga Rp.50.000,-. Museum ini memang diperuntukkan kepada para pecinta sastra dan seni.


Tak jauh dari Museum Kata, ada Kampung Ahok. Ahok atau Basuki Tjahya Purnama, memang lahir dan besar di Belitung. Bukan saja karena beliau pernah menjadi Bupati disini, namun sepak terjang politiknya di Ibu Kota Jakarta banyak diperbincangkan.

Sebenarnya, kampung Ahok adalah sebutan karena disinilah beliau tinggal. Rumah Panggung yang sebenarnya merupakan warung makan ini, bukan rumah sebenarnya. Kediaman asli Ahok ada di seberang jalan dari rumah panggung ini.

Di Kampung Ahok, kita bisa membeli aneka makanan khas Belitung, cindramata sampai ngopi juga bisa.

c26y4jzviaisvfl

Tujuan kami kemudian adalah sebuah tempat bersantai di puncak Bukit Samak. Kawasan wisata bukit Samak, merupakan salah satu dataran tinggi di Belitung Timur. Dari ketinggian 130mdpl ini, kita bisa memandang ke Laut Jawa. Posisinya memang ada persis ditepi laut.

Resort Bukit Samak, mulai pudar masa kejayaannya. Menurut cerita dari seorang penduduk asli Manggar, kawasan ini dulunya merupakan kawasan elit bagi para pekerja timah. Lokasinya yang sejuk dan hijau membuat suasana bukit yang dikenal juga dengan A1 ini nyaman untuk bersantai.

Pemerintah dan masyarakat kemudian mengembalikan kejayaan Bukit Samak. Kawasan ini, dikelola kembali dengan menambahkan bermacam fasilitas. Ada cafe yang menyediakan makanan dan minuman. Gazebo-gazebo yang menghadap ke laut lepas, dilengkapi dengan arena bermain anak dan toilet juga. Jika ingin bermalam dikawasan ini, ada juga penginapan dengan rate dari Rp. 250.000,-/malam hingga Rp.1000.000,-an untuk papilion keluarga. [ibm0217]

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: