Jangan Pesan Spagetti di Identic Coffee

27spaghetti-superjumboSuasana Identic Coffee, di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat, sabtu malam ini terlihat ramai. Hampir seluruh kursi yang ada diruang utama, sudah terisi. Hanya ada beberapa tempat kosong, dengan gelas-gelas yang masih berserakan diatas meja. Musik pop tahun dua ribu enam belas, menghentak memenuhi suasana ruang remang, khas warung kopi. Sementara, seorang waitress dengan rambut dikuncir ala Jepang sibuk mondar-mandir, antara ruang tertutup bertulis “staff only” dan meja-meja pengunjung, mengantar pesanan.

Kami berdua memilih pojok dekat jendela, yang masih tersedia. Sementara meja besar dengan enam kursi, kami tinggalkan dan di isi oleh satu keluarga dengan anak-anaknya yang masih berusia sekitar 7 tahunan.

Dari seorang pelayan, merangkap kasir, yang menghampiri dengan memberikan buku menu, kami  memesan seporsi spagetti, satu surabi oncom, satu air mineral botol, dan es teh leci. Air mineral, sudah didapat langsung, ketika proses pemesanan dan langsung membayar ke kasir. Disini, makanan yang dipesan harus langsung dibayar ke kasir sebelum makanan datang. Bayar dulu, baru makan, seperti sistem yang ada di restoran fast food waralaba.

Satu-satu, makanan yang dipesan pengunjung datang. Meja besar tempat keluarga yang saya sebut diatas, mendapat giliran. Anak-anak mereka menyambut dengan suka cita. Pesanan saya belum.

Surabi Oncom pesanan istriku, datang juga. Es Leci saya, belom. Sudah lebih 20 menit, pesanan saya belum ada yang muncul.

Saya memanggil pelayan yang merangkap sebagai kasir tadi. Mengingatkan kepadanya, bahwa pesanan saya belum datang satupun. Es leci teh yang datang pada menit ke tiga puluh. Lumayan lah, bisa cukup mengusir haus yang dari tadi sudah minta disiram sesuatu yang segar.

Pangilan kedua dan ketiga kepada pelayan yang sama, karena ternyata gelas yang yang disuguhkan untuk Es Leci Teh pesanan saya ternyata retak dibagian atas hingga sepertiga bagian. Karena takut tiba-tiba pecah, maka saya putuskan untuk minta diganti saja gelasnya. Yang ketiga, karena ternyata Spagetti saya belum datang juga setelah saya menunggu 40 menit. Saya berprasangka saja, karena ramai. Tapi, untuk seporsi spageti rasanya tak perlu waktu selama ini. Buktinya, pesanan meja sebelah saja sudah berdatangan. Ah, barangkali lupa, sehingga saya harus mengingatkan.

Tak ada yang lebih menyenangkan disebuah tempat makan, adalah ketika apa yang kita pesan datang dengan selamat sentosa, cepat, dan enak. Tentu saja saya tidak menemui semuanya di Identic Coffee malam itu. Makanan tidak bisa diselamatkan kerana rasanya yang terlalu asin. Masalah kecepatan, empat puluh menit lebih untuk menunggu seporsi spagetti tuna, rasanya terlalu lama dan tidak bisa direkomendasi jika anda terlalu lapar.

Mungkin, saya tidak akan memesan makanan yang sama jika memang terpaksa harus kesana.

14553189_1629437164022050_79820652936167424_n-14793719801080-453-870x370

Untuk konsep ruangan, Identic Coffee, menawarkan ruangan open space dengan kursi dan meja yang memenuhi satu ruangan. Seperti kebanyakan tempat makan/cafe pada umumnya.  Tersedia ruang merokok dibagian kanan dengan pintu kaca geser yang selalu tertutup. Di bagian depan, sebelum pintu masuk utama, ada ruang duduk juga,  namun untuk anda yang tidak suka suara klakson dan debu jalanan, pilihan duduk didalam tentu lebih masuk akal. Karena lokasi yang tepat berada dipinggir jalan raya yang ramai setiap hari.

Dipojok, dekat tempat kami duduk, ada gitar akustik dengan beberapa sound speaker dikanan kirinya. Mungkin, pada hari-hari tertentu juga ada pertunjukan musik disini. Malam itu, kami tidak beruntung menyaksikan satu diantara mereka. Ada pemutar piringan hitam juga yang malam itu diam membisu. Dekorasi dinding, dilukis mural-mural dengan tema warung kopi.

Jangan pesan Spagetti, jika penuh dan lapar. Lama, itu saja. [ibm/1216]

photos provided by google search

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: