Nobar Athirah Bareng MPPromedia

img_20160930_185343

Dari kuis twitter yang diadakan oleh MPPromedia, saya berkesempatan mendapat dua tiket nonton gratis pemutaran film Athirah di Metropole XXI, Megaria Jakarta Pusat, Jumat (30/9). Jadilah, saya mengajak Mantan Pacar saya untuk melihat akting para pemainnya.

Athirah, adalah seorang perempuan tangguh yang berasal dari tanah Sulawesi. Tepatnya, dari Pare-Pare Sulawesi Selatan, yang kemudian hijrah untuk mencari penghidupan lebih baik ke Makassar, bersama suaminya, yang di panggil Puang Ajji. Mereka suami istri itu, memulai hidup baru, menyewa sebuah ruko di salah satu sudut Makassar, membangun usaha perdagangan. Lambat laun, usaha nya semakin maju.

Namun, tentu bukan hidup namanya kalau tanpa cobaan. Ketika anak-anak mereka lahir dan tumbuh besar, serta usaha yang semakin baik, Puang Ajji terpikat perempuan lain, dan menikah di Jakarta. Jadilah, Athirah menjadi istri harus menanggung kehidupan berat. Ia, harus menghidupi anak-anaknya.

img_20160930_203652

Darah berdagang Athirah, menuntunnya kepada perbaikan ekonomi yang semakin baik. Dengan berjualan kain, Athirah mengumpulkan pundi-pundi hartanya. Kain-kain terbaik di Sulawesi Selatan di kumpulkannya, untuk dijual.

Sekitar tahun 1966, resesi ekonomi di dunia berimbas kepada Indonesia. Toko-toko tutup. Ekonomi lesu. Puang Ajji yang memiliki usaha perdagangan besar, tak luput dari dampaknya. Gaji karyawan belum dibayar. Dalam kalut, dia pulang menemui Athirah untuk berkeluh kesah.

Athirah yang tau suaminya terpuruk, kemudian memberikan seluruh hartanya. Emas-emas yang dibelinya dari hasil berjualan kain, diberikan untuk membayar gaji dan lain-lain.

 

Sosok perempuan tangguh itu, diperankan oleh Cut Mini. Sebelumnya, kita juga menyaksikan akting nya yang menawan dalam Laskar Pelangi garapan Riri Riza Produksi Miles Production dan Arisan besutan Nia Dinata. Memerankan Athirah, akting Cut Mini patut diacungi jempol.

Beberapa pemain lain yang tidak kalah memukau antara lain, Jajang C Noer, Christoffer Nelwan, Tika Bravani, Indah Permatasari, Arman Dewarti, dan sejumlah pemain pendatang baru. Dengan lokasi pembuatan langsung ditanah Sulawesi, film ini terasa sangat kental nuansa aslinya. Riri Riza, cukup berhasil menggarap pembuatan film ini menjadi tontonan yang enak untuk dinikmati. Tidak terlalu berat, tidak penuh dengan drama, dan tetap berisi. [IBM1016]

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: