BUBUR AYAM MANG OYO

IMG_20160817_090509_HDR

Bandung dengan segala hal didalamnya, memang selalu menyenangkan saya dan mantan pacar saya, untuk datang dan datang terus. Buat mantan pacar a.k.a. Istri saya, yang lama menghabiskan masa kuliah hingga S2 di kota kembang, Bandung dengan lika-likunya adalah memori tersendiri. Sementara saya, nemenin dia nyari memorinya tadi. 😀

Seperti kali ini, si mantan membawa saya ke salah satu sudut Bandung yang belum pernah saya sambangi. Bubur Ayam Mang Oyo, di jalan Sulanjana no. 60 Kota Bandung.

Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta dengan kereta api super pagi, kami sampai di Stasiun Bandung. Masih ngantuk. Tapi, kami buru-buru harus ke lokasi pertama kami ini. Pasalnya, kalau tidak cepat-cepat, Bubur Ayam yang legandaris itu bisa ludes. Dan jika begitu, saya tidak punya kesempatan untuk mencobanya.

Keluar dari Stasiun, kami harus naik 2 kali angkot. Kemudian berjalan kaki ke lokasi.

Warung, pagi itu terlihat sangat ramai. Maklum, ini hari libur bertepatan dengan peringatan 17 Agustus. Dari jauh, deretan mobil-mobil dan motor dengan pengunjung dari kelas siswa sekolah menengah atas sampai ke pegawai PNS di Bandung, berbaur dengan pembeli lain.

IMG_20160817_091252_HDR

Saya memesan Bubur Ayam Komplit. Ada telur rebus yang di belah, suwiran ayam goreng dan cakwe, dibagian atas. Sementara buburnya, hmm.. lengket. Tidak encer seperti bubur ayam kebanyakan yang sering saya beli. Kerupuk disajikan terpisah. Demikian juga dengan daun bawang iris dan kacang hijau yang di goreng.

Bumbunya dimana? Yang dijawab mesem-mesem oleh si Mantan. Bubur ini, tidak pakai bumbu cair, seperti kaldu dan kecap yang kerap kali kita temui pada hidangan serupa. Eit, tapi jangan salah, rasanya… enaaaaak!!

Bumbu-bumbu sudah ada di dalam buburnya. Campurannya pas dan tidak berlebihan. Konon, kalau piringnya dibalik, bubur yang ada didalamnya gak akan tumpah, loh. Cerita ini sudah mahsyur dari mulut-mulut.

Dulu, semasa kuliah, si Mantan sering kesini sama orang tuanya, alias mertua saya. Kapan ke Bandung lagi?

“selalu aku ingin, kembali aku ke sini
ke bandung kota yang terindah” [Kahitna:Kembali Ke Bandung,2016] [IBM0816]

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: