Beradu Merdu di Waktu Malam

DSC_1006 copyMalam hari di Pekalongan, memang tidak segerlap Jogjakarta atau Semarang, dan jauh dari hingar-bingarnya Jakarta. Namun, bukan berarti tidak semarak lho yah. Sebagai daerah lintasan jalur Pantai Timur Jawa alias Pantura, sebelum memasuki Semarang dan Jogjakarta, geliat kehidupan malam dikota Batik memang mulai kelihatan. Dalam liburan-libuaran panjang, seperti waktu saya berkunjung, semua hotel full untuk beberapa hari ke depan. Beruntung, istri saya sudah memesan kamar jauh-jauh hari untuk kami.

Karena ini kali pertama saya ke sini, malam ini, saya tidak mau menyerah dengan tidur cepat. Saya ajak istri untuk mengunjungi alun-alun kecil dibelakang hotel tempat kami menginap. Rencananya, hanya untuk cari Tauto, makanan khas dari Pekalongan. Namun, nasib baik berpihak kepada kami.

Dilapangan ini, sedang diadakan kontes burung malam hari. Lah, biasanya kontes burung itu kan pagi dan siang hari. Namun, disini malam. Tadinya saya ragu, apa burung nya bisa berkicau? Nggak tidur itu burung-burung kontes?

Saya mengendap-endap diantara pengunjung yang luar biasa banyaknya. Remang-remang lampu ditambah asap rokok disana-sini, serta, kicau beberapa burung yang masih terdengar. Istri saya, memilih untuk minum di kedai terbuka ditengah lapangan sementara saya, menghampiri panitia.

DSC_0982 copy

Dari keterangan pak Ridwan, penyelenggara kegiatan ini, kontes malam di Pekalongan memang tergolong langka. Bahkan mungkin satu-satunya di Jawa Tengah atau Indonesia barangkali, imbuhnya. Diadakan dua minggu sekali setiap sabtu malam. Ketika saya Tanya tentang kekhawatiran saya diatas, dia bilang, “tunggu saja, ntar liat sendiri,” kemudian meghisap rokoknya dan tertawa.

Juri, menyatakan pemenangnya dengan menaruh bendera dibawah sangkar yang digantung diarena. Ada tiga warna bendera. Hijau, kuning dan merah. Nah, masing-masing memiliki arti sendiri. Merah untuk juara 1. Kuning juara 2, dan hijau untuk juara ke-3.

DSC_1017 copy

Dan, malam itu, saya membuktikan bahwa, kotes malam hari, tidak membuat burung-burung itu ngantuk dan tidak bisa berkicau. Buktinya, suara mereka bernyanyi memecah semaraknya kota Pekalongan. Burung malam, emang nyaring bunyinya, bukan? Oppss [IBM0616]

Advertisements
Tagged , , , , , ,

2 thoughts on “Beradu Merdu di Waktu Malam

  1. winnymarlina says:

    jadi ingat kampung

  2. Ibrahim says:

    Lha.. pekalongan jg tho..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: