Di bawah Menara Petronas

DSC_0806 copyPerjalanan panjang kami, berakhir di Kuala Lumpur. Dari Langkawi, penerbangan kami berikutnya adalah KLIA 2. Masih dengan Air Asia, kami terbang siang itu. Di Langkawi International Air Port, kalau bawa laptop, ternyata harus dikeluarkan dari tas. Sementara di Penang atau KL sendiri, hal itu tidak diharuskan.

Sampai di KLIA 2, kami naik KLIA Ekspres untuk ke KL Sentral. Meski harga tiketnya lebih mahal, namun karena sudah siang, kami memilih ini ketimbang naik bus yang lebih murah. Di KL Sentral, barang-barang kami titipkan pada sewaan loker yang ada disana. Sewaan loker disini nggak ada yang jaga. Tapi, semuanya sudah self service. Ada banyak macam dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Makin gede, makin mahal tentunya.

Tujuan kami pertama adalah Masjid Jamek. Karena disana, ada pasar tempat menjual barang-barang buat oleh-oleh. Si tante, mau belanja katanya. Puas disini, kami lanjut ke Pasar Seni, masih urusan belanja. Malam sedikit, kami lanjut ke Petronas.

Air mancur di taman Menara Kembar Petronas sedang beraksi. Warna-warni dan seperti menari-nari diiringi musik. Sambil duduk-duduk dan bersantai setelah keliling-keliling di Suriah Mall, dan memborong beberapa barang, kesempatan ini kami pakai untuk istrirahat sebelum kembali ke bandara dengan bus.

DSC_0821 copy

Berkunjung ke Kuala Lumpur, memang bukan yang pertama buat kami berdua. Dari cap di passport kami, ternyata setiap tahun dari 2012, kami selalu ke sini. Pernah berdua, bertiga, dan rame-rame. Namun, semuanya punya kenangan sendiri-sendiri buat saya pribadi. Dan semuanya menyenangkan. Dari pengalaman saya, KL merupakan negeri yang baik. Makanannya murah, transportasinya mudah dan bersih, dan yang pasti memang penerbangan pesawat murah ke KL promonya gak berhenti-berhenti.

Secara keseluruhan perjalanan kami adalah :
Jakarta – KL – dengan Air Asia
KL – Penang – dengan Air Asia
Penang – Langkawi – dengan Air Asia
Langkawi – KL – dengan Air Asia
KL – Jakarta – dengan Air Asia.

Hanya Tante Ira, Wahyu dan Adit yang kembali langsung dari Surabaya. Ongkosnya mahal? Ah tidak juga. Saya dengan istri, untuk lima kali flight diatas menghabiskan Rp. 1.200.000-an saja. Pulang Pergi. Dua kawan saya yang lain, Irda dan Vita, sedikit lebih mahal, karena beli tiketnya agak telat. Sementara yang dari Surabaya sekitar 1,7juta rupiah seorang.

Jalan kemana lagi, kita?? [ibm0416]

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: