Dari Atap Langkawi

DSC_0647 copyKami tiba dilangkawi pada tengah hari. Pulau kedia yang kami sambangi dalam perjalanan ini di Malaysia. Secara keseluruhan, Langkawi merupakan sebuah pulau yang cukup sepi, kalau dilihat dari lalu lintas. Jalanan lebar, dan yang pasti, kios-kios makanan yang tersebar sepanjang jalan.

Di Bandara International Langkawi, kami sudah memesan sebuah mobil untuk kami pakai sepanjang hari hingga besok. Sebelum terlalu siang, setelah mengambil peta dan bertanya ke pusat informasi wisata yang ada di Bandara kami meluncur.

Udaranya panas betul. Khas pulau-pulau tropis. Namun, disini pohonan sangat banyak.

Tujuan pertama kami adalah Langkawi Geopark. Disini, ada banyak atraksi yang bisa dilihat. Tujuan kami memang mau bernorak-norak naik cable car alias kereta gantung untuk menuju sky bridge yang terkenal itu. Yah, namanya juga turis, tak apalah mendatangi pusat-pusat keramaian. Istri saja, memang sudah mencanangkan kita untuk naik ke wahana ini. Namanya Sky Cab. Hari ini, antrian SKy Cab lumayan panjang. Banyak betul turis-turis lokal dan mancanegara berdatangan. Nah, untuk membedakan mana lokal mana asing, di tag masuk yang digelangkan, ada tulisa MA, FA, dan lain-lain. MA itu untuk Malaysian atau orang lokal. Harga tiketnya lebih murah. Kalau FA itu untuk Foreigner Adult, ini untuk turis seperti kami. Harga tiketnya lebih mahal.

Lepas antrian, kami masuk ke sebuah bola raksasa. Disini, pengunjung disuguhkan tontonan film 2 dimensi berdurasi lima menit. Gunanya, supaya antrian tidak terlalu panjang dan membosankan. Wah, pinter juga yah. Lalu, tiba giliran kami naik kereta gantung atau si Sky Cab itu. Satu kereta, bisa dinaiki 6 orang. Namun, karena kami ada tujuh dan kecil-kecil jadilah kami naik dalam satu kereta.

DSC_0632 copy

Pengalaman naik kereta gantung selama 25 menit, dengan ketinggian hampir 600mdpl memang baru pertama kali saya alami. Sejauh mata memandang, pegunungan hijau menggampar dan lautan membiru toska. Dibawah kami, pucuk-pucuk pohon menghampar dengan indah. Ngeri juga sebenarnya. Ada kereta gantung VIP dengan glass bottom. Harganya jauh lebih mahal dari yang biasa. Nah, naik yang lantainya nggak transparan aja udah deg-degan, apalagi naik yang tembus pandang.

DSC_0640 copy

Kereta berhenti di Middle Station. Sebenarnya, pengunjung tidak harus turun disini. Tapi karena tidak tahu, ya sudah, kami turun dulu. Muter-muter sebentar dan balik lagi ke antrian untuk sampai ke puncak. Perlu waktu kurang lebih lima menit lagi untuk sampai ke posisi paling ujung.

DSC_0652 copy

Walaaah.. tibalah kami di pemberhentian terakhir. Ada Dua puncak bukit yang digunakan untuk menara pandang. Dibawahnya ada cafe yang menjual minuman, makanan dan eskrim. Siang-siang begini, udara diatas panas minta ampun. Kacamata dan topi jadi hal yang wajib disini.

Pemandangannya indah betul. Laut, hutan dan pemandangan Sky Cab itu sendiri, membuat hati menjadi senang. Bersambung [ibm0416]

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: