PENANG YANG PANAS

DSC_0429 copy

Dari Kuala Lumpur International Airport 2, kami terbang pagi sekali ke Penang. Jarak tempuhnya, hanya satu jam saja, lebih beberapa menit. Jadi pastilah kami tidak bisa tidur nyenyak diatas pesawat. Pukul 7:15 waktu Malaysia, kami terbang dengan Air Asia. Penang International Airport, memang kecil saja. Tidak lebih besar dari Bandara di Malang, Abdul Rahman Saleh. Yang membedakan, badara ini relatif sepi dan punya desain yang lebih kelihatan modern. Kaca-kaca yang tinggi dan lapang, mengingatkan kepada Bandara Hasanudin di Makassar.

Nah yang menyenangkan, disini, ada lounge khusus untuk internetan. Dengan empat iPad yang mati, tapi wifi nyala terus. Ada sofa nyaman dan colokan listrik yang banyak. Tapi, harus yang kaki 3 yah.

Di Penang, kami memutuskan untuk menyewa kereta. Bukan.. bukan kereta api. Kereta dalam bahasa Malay, artinya mobil. Biayanya RM180, untuk 24 jam. Tidak termasuk dengan minyak dan pemandu. Maksudnya, tidak termasuk bensin dan sopir. Untuk bensin, dari rental kami dapat 2 bar. Untuk kemudian kami tambah RM20. Informasi saja, di sini, bensin untuk ron 95, harganya RM1.8 perliter.

DSC_0507 copy

Karena hanya tante yang familiar dengan matic, akhirnya beliau diberi kehormatan untuk mengemudi selama kami ada di Penang. Tujuan  pertama kami adalah makan. Laparnya luar biasa. Menyusur jalanan Penang, dari Bayan Lepas dimana Airport berada, memang cukup memakan waktu. Apalagi, kami yang beru pertama kali ke sini. Ada peta yang ternyata, dibuat cukup lama dan menurut kami sudah tidak diperbaharui. Beberapa jalan ternyata searah, dan beberapa jalanan ternyata diblok.

Menuju George Town, kami melewati jalanan yang agak ramai. Mirip dengan Kuala Lumpur lah. Namun, sedikit lebih sepi.

Penang, adalah kota tua yang oleh UNESCO di nobatkan sebagai World Heritage. Dan seperti juga Malaka, kota yang terletak di bantaran selat Malaka ini, memang merupakan kota pelabuhan dan perdagangan. Bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial Inggris, tertata dengan rapi dan baik. Di suatu pertigaan jalan, kami berhenti untuk makan Nasi Lemak. Dari hasil ngobrol-ngobrol, yang jual juga ternyata orang Indonesia yang sudah menetap disini lebih dari delapan tahun. Orang Ponorogo.

Kenyang perut, kemi melanjutkan untuk menaruh barang-barang di penginapan yang agak keluar sedikit dari pusat kota George Town. Lalu, Penang Hill menjadi tujuan kami berikutnya.DSC_0454 copy

Penang Hill, sebenarnya adalah sebuah bukit pemukiman yang dikelola menjadi kawasan wisata. Kalau di Indonesia, mungkin seperti Puncak, minus macet-macet dan semerawutnya. Di pintu gerbang penang Hill, pengunjung harus membayar tiket untuk naik kereta ke atas. 15 menit, menggunakan kereta listrik seperti trem yang jalurnya naik bukan kepalang. Melewati celah batu-batu dan pepohonan yang masih menghutan. Ada beberapa shelter dilintasi. Ketika kereta berhenti, ada satu dua orang yang turun. Ternyata mereka warga yang memang tinggal disana. Sayangnya, sang masinis tak bisa diajak bicara selama perjalanan.

DSC_0460 copy

Dari puncak Penang Hill, kami melihat panorama kota Penang yang padat. Dikelilingi oleh bukit-bukit menghijau, dan lautan yang membelah ditengahnya. Panas luar biasa siang itu. Di Puncak Bukit Bendera, tujuan akhir dari trem, ada cafe dan sebuah kuil kecil. [ibm416]

Advertisements
Tagged , , , , ,

3 thoughts on “PENANG YANG PANAS

  1. winnymarlina says:

    penang hill bikin mupeng

  2. […] Kampung Batik Kauman, didominasi oleh bangunan-bangunan tua dengan arsitektur yang cantik. Namun, banyak juga bangunan baru yang lebih kontemporer. Rasanya, seperti berjalan di Kota Lama Semarang, saja. Mural-mural yang kami jumpai digambar didinding-dinding sepanjang jalan, adalah motif-motif batik yang cantik. Berbeda dengan mural-mural di kami temui di Semarang atau Penang. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: