Ngariung, Eksistensi Sebuah Komuniti

 

DSC_0725

Hujan, mengguyur deras di sabtu malam itu. Udara yang tadinya
dingin, kian menggigit menembus jaket. Merengsek diantara
balutan goretex yang nyatanya masih kalah dengan dinginnya
udara gunung salak yang mahsyur. Becek tanah tak bisa
dihindari. Di tengah lapangan, dibawah sebatang cemara yang
daunnya basah, meneteskan bulir-bulir hujan, sebuah lampu
tembak memancarkan cahaya yang cukup terang ke bawah. Dimana,
sekelompok anak-anak muda, sambil berdiri, dengan kaki-kaki
kotor karena becek, khusuk mendengarkan pembicara yang
bercerita tentang eksotisme Taman Nasional yang ada di
Indonesia. Dari Leuser di Aceh, hingga ke Lorentz di Papua.

Mendekap gelas berisi jahe hangat atau teh panas, dengan
kudapan jagung rebus, kacang rebus, atau pisang yang juga di
rebus, suasana semakin meriah dibawah gerimis yang satu dua
turun ke bumi. Kilat, sesekali menyambar di ujung-ujung
pandangan mata. Para pemuda itu, tak juga surut, menyelimuti
diri dalam tenda yang hangat. Semuanya nampak antusias.
Terlebih ketika berbagai hadiah mulai di bagikan oleh pembawa
acara.

Adalah komunitas JPCom, yang menggagas acara itu. Sebuah
konsep acara yang penuh keakraban. Sebenarnya, dari sejak
siang hari, mereka sudah berkumpul dari berbagai daerah. Dari
Jabodetabek, Semarang, hingga Lampung. Ada pula yang dari
Jawa Timur dan Bali, namun, sudah lama bermukim di Jakarta.
Namun, komunitas ini, mereka ikuti sejak dari dari kampung
halaman mereka masing-masing.

Sejak 12 tahun yang lalu, JPCom, sebuah komunitas penggiat
kegiatan alam, ikut meramaikan hiruk pikuk dunia komunitas
dan traveling di Indonesia. Meskipun, sebenarnya mereka tidak
terbentuk secara formal, namun ikatan diantara masing-masing
anggotanya, semakin erat hari demi hari. Berbagai macam
kegiatan pernah dilakukan komunitas ini dari tahun ke tahun.
Ada pendakian gunung, Kemping ceria, bakti sosial, pelatihan
penyelamatan air dan vertikal, serta sebuah event nasional
yang melibatkan lebih dari seribu dua ratus orang di Bandung.

Menjadi komunitas selama dua belas tahun, pasti tidak mudah.
Ada berbagai macam persoalan yang muncul dari masing-masing
orang. Namun, seleksi alam memang akan terus terjadi, pada
setiap hal di dunia. Soliditas selama lebih dari satu dekade
ini, membuat JPCom, semakin mesra.

Puncak perayaan ulang tahun ke-12 nya, mereka beri nama
“Ngariung”. Berlokasi di Bumi Perkemahan Sukamantri, Bogor,
yang masih termasuk dalam Taman Nasional Gunung Halimun
Salak. Selama dua hari, berbagai macam kegiatan dilakukan.
Ada permainan santai menguji kekompakan, talk show, hingga
pengenalan ular, latihan pemanjatan pohon dan self healing.
[ibm0316]

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: