Komplain Berbuah Voucher

17_full

Pernah komplain ke suatu instansi dan tidak mendapat respon sama sekali? Rasanya kebanyakan dari kita yang sering menggunakan fasilitas umum, atau mondar-mandir kesana kemari, makan di restoran sampai ke warteg pinggir jalan, pernah merasa tidak puas terhadap pelayanan pegawai atau orang yang ada didalam nya, yah?

Ceritanya, minggu lalu, seperti biasa, motor saya minta jatah isi bahan bakar. Biasanya, saya akan mengisi bahan bakar di Pom Bensin Shell yang ada di jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan ketika pulang kantor. Namun, hari itu, sehabis mengantarkan istri saya ke kantornya di Wijaya 1, saya bablas ke Radio Dalam, sebelum menuju kantor di Mayestik. Hari masih pagi, masih ada waktu sebelum ke kantor.

Si Mbak pegawainya, yang masih berpakaian putih hitam dan berkerudung hitam itu, menyapa saya dengan ramah. Saya mengisi bensin jenis Shell Super. Full Tank. Setelah melakukan dialog SOP, ” dari nol ya, pak” dia mulai mengisi tangki motor saya. Kemudian, karena hampir penuh, dia melakukan langkah berikutnya yaitu, membulatkan hitungan harganya. Biasanya, perseribu. Namun hari itu, jumlah tagihan bensin saya, Rp. 21.600,-.

29000e4770170e58310898d9661e4155

gambar di header dan yang ini, dapet dari google. Bukan punya saya… 🙂

Saya menyerahkan uang selembar Rp. 100.000,- dan kartu membership Shell saya ke Mbak pegawai itu. Kemudian, dia membawanya ke kasir. Saya mendorong motor saya lebih ke depan, untuk memberikan kesempatan antrian dibelakang saya, ke posisi pengisian bahan bakar. Dan, tidak berapa lama, si Mbak pegawai itu, datang menyerahkan kembalian, kartu, dan struk kasir. Disana tertera kembalian saya, Rp. 78.400,-

Saya menghitung ulang kembalian itu. Seharusnya, ada receh 400 yang saya terima. Namun ternyata saya terima semua lembaran. Satu lembar pecahan lima puluh ribu. Satu lembar pecahan dua puluh ribu, dan empat  lembar pecahan dua ribu. Artinya, kurang 400 rupiah.

Penasaran, saya tanyakan ke si petugas tadi yang sudah selesai mengisi pembeli dibelakang saya, dan sedang di depan kasir.

” Mbak, kembaliannya kurang 400 rupiah, yah?” tanya saya. Si petugas tadi, menoleh kesaya, sambil mesem-mesem. Namun, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Hingga, dengan nada yang lebih keras, saya ulang pertanyaan yang sama.

” Ka, kembalinya kurang 400!” teriak petugas tadi kepada rekannya, Kasir, yang ada di balik bilik kaca ruang kasir. Dari dalam, sang kasir berteriak, ” nggak ada!”. Entah maksudnya, tidak ada stok pecahan 400 rupiah atau apa. Saya agak jengkel, kemudian, saya bilang, ” kenapa nggak bilang ke saya kalo nggak punya receh. Kalian nggak bisa gitu dong. Ini penipuan namanya!” Dan pagi itu, saya di tonton orang karena marah-marah di SPBU pagi-pagi. Mungkin sebagian orang akan berfikir, demi uang 400, ada yah orang marah-marah begitu.

Tidak puas, saya kemudian mencari nomor telepon pengaduan Shell. Kemudian pagi itu, sampai kantor saya telepon dan mengadukan kasus saya ke mbak-mbak bersuara ramah di ujung sana. Si mbak itu, berjanji akan segera memproses laporan saya, dan akan ada yang menelepon saya dari SPBU Shell Radio Dalam.

Menjelang satu jam, handphone saya berdering. Nomor asing, Jakarta. Dan seorang perempuan, dari seberang sana, memperkenalkan diri, bahwa dia dari SPBU Shell Radio Dalam, dan meminta maaf atas tindakan dari pegawai mereka atas ketidaknyamanan yang saya alami. Dan sebagai bentuk permintaan maaf dan penghargaan terhadap komplain saya, mereka, pihak SPBU, memberikan saya lima lembar voucher pengisian bahan bakar di SPBU itu. Masing-masing senilai Rp. 20.000,-. Wahh… rejeki anak soleh…. 🙂

IMG_20151016_201919

Sebenernya ada 5 lembar. Yang di photo 2 aja 🙂

Saya, memang orang yang agak sedikit ngotot kalo urusan kompain terhadap pelayanan. Bukan apa-apa, hanya saja, sebagai pengguna jasa saya merasa berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Dan mereka yang memang bekerja di sektor jasa, wajib memberikan pelayanan yang baik pula.

Tidak memberikan kembalian yang sesuai, bukan perbuatan yang baik. Ini bukan cuma nominal yang 400 rupiah. Ini lebih soal attitude dan penghargaan kepada pelanggan. Bayangkan, berapa banyak uang yang terkumpul dari hasil, “nggak ada!” yang di teriakkan kasir dari dalam biliknya. 400 rupiah, kalau sendirian, tidak akan menjadi apa-apa. Beli permen saja tidak akan cukup. Namun, kalau ada 100 orang yang kurang kembaliannya, atau 200 atau 300 orang? Wah, panen.

Ini pula yang saya sampaikan kepada mbak di nomor pengaduan, dan mbak yang saya temui ketika jam makan siang di SPBU dan mengambil voucher yang dijanjikan di telepon pada percakapan kami sebelumnya.

Mungkin, komplain yang seperti ini harus banyak dilakukan di waralaba dekat rumah atau tempat parkir, atau di supermarket yah. 🙂 [IBM/1015]

Advertisements
Tagged , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: