CIREBON SEHARI – BAG 3 (HABIS) – SUNYARAGI, TRUSMI DAN EMPAL

IMG_20150719_114418_HDR copy

Dari Keraton Kasepuhan Cirebon, perjalanan kami teruskan dengan menyewa becak menuju lokasi ke tiga, Taman Goa Sunyaragi. Taman goa ini Sunyaragi merupakan tempat beristirahat dan meditasi para sultan Cirebon dan keluarganya.

Dengan membayar Rp.15.000,-, kami membelah jalanan kota Cirebon, menuju komplek goa Sunyaragi yang terkenal itu. Lokasinya, memang cukup jauh untuk ditempuh berjalan kaki. Sekitar 25 menit, kami terombang-ambing dijalanan kota udang, untuk kemudian sampai di lokasi.

IMG_20150719_114616_HDR copy

Memiliki luas sekitar 15 hektar, taman goa ini terdiri dari beberapa goa untuk semedi atau meditasi keluarga kasultanan cirebon. Ada goa Peteng, yang merupakan goa induk dari semua rangkaian goa-goa yang ada disini. Begitu masuk, pengunjung akan mendapati sebuah amphi teather yang cukup luas, tempat diselenggarakannya berbagai macam pertunjukan kesenian daerah dan modern. Lebih jauh kedalam, ada bangunan menyerupai candi, yang merupakan pintu masuk dari beberapa goa yang ada.

IMG_20150719_114846_HDR copy

Sambung-menyembung, goa-goa berdinding khas itu, mementuk sebuah rangkaian. Beberapa patung, diletakkan dibeberapa sudut kompleknya.

IMG_20150719_114918_HDR copy

Bawalah sunblock dan kacamata, terutama ketika berkunjung ke sini siang hari. Lokasinya yang terbuka, dan udara kota cirebon yang panas tentu tidak ingin jadi halangan bukan?

IMG_20150719_145237 copy

Puas berpanas-panas disini, kami melanjutkan perjalanan sentra batik Trusmi. Dengan trasportasi lokal elf. Ongkosnya, Rp.4000,- perorang. Jaraknya, cukup jauh juga. Hampir 20 menit lebih. Syukurlah jalanan tidak terlalu macet. Lokasi belanja. Tempatnya, mengingatkan saya ketika mengunjungi pusat batik di Solo. Hanya saja, ini lebih kecil. Atau pada toko batik Raminten di Malioboro Jogjakarta.

IMG_20150719_145216 copy

Tidak banyak yang bisa dilakukan disini. Hanya belanja. Beberapa motif batik khas cirebon, bisa ditemui disini. Namun, jika belanja juga harus hati-hati. Salah-salah, malah dapat batik Pekalongan alih-alih ingin yang khas.

Dari Trusmi, kami menuju hotel dipusat kota dengan angkot. Lokasi hotel kami ada di jalan Siliwangi. Hanya 5 menit jalan kaki dari stasiun kota Cirebon. Dan didekat hotel, ketika malam, jalanan berubah sangat ramai menjadi kawasan kuliner dan nongkrong muda-mudi. Alun-alun Kejaksan Cirebon, menjadi pusat atraksi penduduk Cirebon. Tak ayal, semua tempat makan menjadi penuh. Kami beruntung masih mendapati sebuah rumah makan kecil yang buka dan tidak terlalu penuh. Saya memesan Empal Asem. Istri saya, Empal Gentong. Seumur hidup, saya baru merasakan makan empal, ya disini.

IMG_20150719_194749_HDR copy

IMG_20150720_042112 copy

Tidak jauh dari situ, sebuah cafe yang lebih modern buka hingga jam 2 dini hari. Warung kopi yang bersebalahan dengan burger, ramai dikunjungi kaum metropolis Cirebon. Ditemani seorang kawan, yang banyak menghabiskan umurnya dikota ini, kami ngobrol sambil menikmati kopi dan kue, yang harganya relatif murah jika dibandingkan dengan Jakarta.  [IBM0715]

Advertisements
Tagged , , , , ,

One thought on “CIREBON SEHARI – BAG 3 (HABIS) – SUNYARAGI, TRUSMI DAN EMPAL

  1. […] memang benar. Kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini, memang identik dengan Batik. Selain, Cirebon, Solo dan Jogjakarta, kota yang tidak terlalu luas ini, punya ciri dan keunikan sendiri dalam […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: