Cirebon Sehari – Bag 1 – Keraton Kanoman

IMG_20150719_094927 copy

Apa yang ada dipikiran anda, ketika mendengar kata Cirebon? Udang, jalur pantura yang sering macet, atau malah Tarling, – kesenian khas Cirebon yang mirip dengan musik dangdut-? Tentu saja, semuanya benar.  Namun, jika anda hanya punya waktu terbatas saja, beberapa tempat dibawah ini bisa menjadi rujukan tempat singgah yang menyenangkan.

IMG_20150719_094755 copy

Cirebon merupakan salah satu kota yang ramai dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara belakangan ini. Jika sempat singgah ke Cirebon, beberapa tempat menarik yang ada dikota udang ini, patut dikunjungi. Jika anda merupakan pejalan kaki seperti kami, dan hobi naik kendaraan umum, kami akan membagi tips, bagaimana mencapai lokasi-lokasi tersebut dengan kendaraan umum dan atau berjalan kaki. Beberapa tempat, memang akan sulit karena jaraknya terlalu jauh.. namun beberapa tempat, tidak memerlukan banyak energi untuk disambangi sekali jalan.

IMG_20150719_095519 copy

Dari stasiun kereta api Prujakan, Cirebon – tempat kereta api ekonomi berhenti,- Keraton Kanoman bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Berjalan lah ke arah timur, melintasi lorong-lorong dan jalanan yang lumayan ramai. Dibeberapa sudut, anda akan menemui beberapa warung nasi Lengko dan Empal Gentong khas Cirebon yang menggugah selera.

Keraton kanoman merupakan salah satu, dari dua bangunan keraton mahsyur yang ada di Cirebon. Dibangun pada abad ke-17, bangunan dengan arsitektur khas berwarna putih ini, masih kokoh  berdiri tepat dibelakang pasar Kanoman yang selalu ramai.

IMG_20150719_094759 copy

Begitu masuk, anda akan disambut oleh sebuah gerbang yang mirip dengan pintu gerbang pura-pura Hindu di Bali. Pada dinding-dinding benteng yang membungkus kawasan keraton, ditempelkan keramik-keramik berbentuk lingkaran seperti piring, dengan dengan gambar model tiongkok atau kaligrafi arab. Sepanjang pengamatan kami, beberapa piring-piring tersebut sudah lenyap dari tempatnya. Menyisakan cekungan gelap didinding-dinding benteng dan bangunan lain.

IMG_20150719_095414 copy

Komplek seluas kurang lebih 16 hektar ini, terdiri dari beberapa beberapa bangunan yang masih berfungsi dengan baik. Terdapat ruang pameran pusaka yang menampilkan koleksi pusaka kerajaan Cirebon kan kesultanan Gunung Jati. Untuk bisa melihat koleksi ini, pengunjung harus mebayar Rp. 15.000,- perkunjungan perkepala. Namun, keraton Kanoman sendiri, memang tidak memungut ongkos untuk melihat-lihat alias gratis alias free of charge.

IMG_20150719_095138 copy

Sebuah pohon beringin, berdiri kokoh ditengah-tengah halaman keraton. Membuat suasana teduh. Namun, kami sarankan tetap memakai sun block dan kacamata jika akan berkunjung pada siang hari. Cuaca Cirebon cukup panas belakangan ini. Karena posisinya yang ada dipesisir pantai Utara Jawa, matahari membakar dengan ganas di kota ini.

IMG_20150719_100206 copy

Keraton Kanoman Cirebon, merupakan saksi sejarah penting di Indonesia. Sejauh pengamatan, kawasan ini terpelihara cukup baik dan bersih, selain beberapa piring kuno pada dinding yang sudah tidak ada ditempatnya. [IBM0715]

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

2 thoughts on “Cirebon Sehari – Bag 1 – Keraton Kanoman

  1. HeruLS says:

    Wuih, beda memang kelasnya kalo udah senior.
    Manajemen perjalanannya keren, waktu mepet pun bisa dibuat efisien untuk mengunjungi beberapa tempat.
    Syukurlah kalo Keraton Kanoman terbilang bersih, mengingat kebiasaan sebagian masyarakat di Cirebon yang terlihat olehku, cenderung buang sampah sembarangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: