“Murtad” (Lagi)  Di Meja Sate Klatak

IMG_20150601_132313

Sate Klatak, atau sate dengan tusukan jari-jari sepeda, merupakan makanan yang sangat baru buat saya. Seumur hidup, baru kali ini, lidah saya, mengecap rasanya. Daging kambing tanpa lemak yang dibakar, dan disajikan hangat-hangat, mengepulkan bau harum aneh yang menyeruak hidung dan sulit diterjemahkan otak.

Saya, sudah menjadi vegetarian, dalam tingkatan Lactovarian, selama hampir 17 tahun. Tidak makan makanan hewani namun masih mengkonsumsi telur, susu, keju dan produk turunan susu. Bahkan, setelah menikahpun, saya masih menjalani kehidupan saya dengan baik-baik saja.

IMG_20150601_124548

Menjadi vegetarian di Indonesia, rasanya tidak terlalu sulit. Sayur mayur dan makanan non daging melimpah ruah di bumi pertiwi. Jika ada yang bilang sulit karena susah cari makannya, saya malah bingung. Jangan-jangan, dia enggak pernah masuk ke warteg. Di Warteg manapun di belahan bumi indonesia, selalu ada orek tempe dan sayur-mayur. Belum lagi, jengkol dan pete. Tahu goreng, bakwan dan lain-lain yang notabene bukan daging atau ikan. Bosan? Karena makanannya itu-itu saja, ya, bole jadi begitu. Namun itu hanya masalah kebiasaan.

Sebetulnya, saya pernah makan ikan dalam 17 tahun petualangan saya di dunia lactovarian ( sebutan untuk vegetarian jenis saya ). Pada perjalanan ke Sulawesi Selatan beberapa tahun lalu, dimana sayuran menjadi barang langka di sepanjang Gow, Bantaeng, Bulukumba, setidaknya dari beberapa tempat makan yang saya datangi, hanya ada ikan dan ikan dan ikan. Akhirnya, saya makan ikan. Lalu ketika “terpaksa” makan sop konro, saya pun makan. Meski habis itu, saya muntahkan semuanya dalam kurun waktu kurang dari 20 menit.

IMG_20150601_132803IMG_20150601_124520

Istri saya, mengajak saya makan bakso, beberapa waktu yang lalu. Lidah yang sudah lama sekali tidak mengecap rasanya bakso, terkesima. Mungkin, saya sudah lupa bagaimana rasanya bakso itu sebelumnya.

Dan Sate Klatak, kemudian kembali menghantarkan dan mengukuhkan kemurtadan saya menjadi vegetarian. Meski tidak sampai muntah, namun mual luar biasa dan kepala pening jadi sugesti yang cukup membuat saya harus menenggak sebutir panadol dan mengunyah cemilan berulang-ulang. [IBM0615]

Advertisements
Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: