Kearifan Masyarakat Adat Kampung Naga

WP_20140223_007 copy

Terletak diantara jalan raya yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya di Jawa Barat, Kampung Naga menjadi primadona wisata yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke daerah ini. Seperti halnya Suku Baduy di Banten, masyarakat adat kampung naga, juga masih memegang erat budaya dan warisan leluhurnya dengan erat, dalam hal ini, budaya sunda.

Camera360_2014_2_23_014900_jpg

Konon sejarah tentang berdirinya kampung naga sendiri, hangus ludes pada masa pemberontakan Kartosuwiryo yang masa itu memberontak terhadap negara Republik Indonesia. Penduduk kampung naga lebih memilih kepada Presiden Sukarno. Maka, seluruh arsip mereka dibumihanguskan beserta rumah-rumah pada masa itu.

Camera360_2014_2_23_021233_jpg copy

Masuk ke Kampung Naga, kita harus menuruni tangga-tangga semen yang lumayan panjang. Untuk kemudian pada suatu sudut, dikejauhan terhamparlah pemandangan pesawahan diantara tebing-tebing bukit menghijau dan sungai besar yang mengalir deras penuh bebatuan. Atap-atap rumah yang terbuat dari rumbia, muncul hitam dan bergerombol diantara hijau pepohonan. Masyarakat adat di Kampung Naga, memang memegang sangat teguh warisan leluhur mereka, sehingga tidak menambahkan atau merubah desain rumah mereka dari jaman dahulu. Ini juga yang menjadi daya tarik, betapa mereka tetap teguh tidak mencampurkan kebudayaan luar yang hiruk pikuk dengan kebudayaan warisan nenek moyang.

Camera360_2014_2_23_021314_jpg copy

Kerarifan mereka, terjaga baik berkat pamali atau pantangan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Cara mendirikan rumah, kesenian dan lain-lain, diatur dengan pamali ini, yang menjadi hukum tidak tertulis dimasyarakat.

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong) (wikipedia)

Camera360_2014_2_23_021555_jpg copy

Sama halnya dengan kampung adat Baduy, mereka juga memiliki lumbung padi tempat menaruh persediaan pangan. Ada beberapa bangunan keramat yang hanya boleh didatangi pada waktu-waktu tertentu. Pengunjung, yang akan kesana dan memerlukan informasi yang banyak tentang kampung adat ini, bisa didampingi oleh penduduk lokal sebagai guide. Tarif nya, bisa berapa saja. Seikhlasnya.

Camera360_2014_2_23_020052_jpg copy

Mengunjungi kampung naga kita akan merasa berada jauh ke abad-abad ketika peradaban masyarakat indonesia masih sangat sederhana. Kesederhanaan bangunan yang terbuat dari bambu dan kayu, kesederhanaan penduduknya yang arif menjaga adat dan lingkungan, bersinergi dengan baik menciptakan sebuah tempat yang menyenangkan. [IBM0515]

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: