Toya Bungkah, Pemandian Air Panas di Tepi Danau Batur

DSC01263 copy

Kawasan wisata Gunung Batur, di Bali memang sudah lama terdengar. Namun, gaungnya meredup tak semeriah Kuta, Sanur, atau Ubud. Citra kawasan Batur yang tidak aman, dan kerap kali banyak dikeluhkan dengan pungli dan pemerasan, membuat kawasan yang elok ini, tak seperti tetangganya yang menjadi primadona. Ubud. Danau batur, desa Bali tertua di Trunyan, menjadi daya tarik yang seolah hanya menjadi ikon tanpa wujud.     DSC01242

Dari penuturan seorang kawan yang merupakan penggiat pariwisata di Bali, kerap kali, pengunjung yang akan menyebrang ke desa Trunyan, berurusan dengan para oknum pemilik perahu yang nakal. Ketika kesepakatan sudah diambil untuk mengantar ke Trunyan, dan perahu sudah berjalan, ditengah, mereka akan bersandiwara seakan kapal mati, kemudian akan datang kapal lain yang akan membawa mereka ke tujuan, dengan harga bayaran yang sama. Jadi harus dua kali membayar. Begitu ceritanya. Dan masih ada beberapa kisah lain lagi terjadi yang terus menenggelamkan panorama Batur yang elok.

DSC01249

Oleh kawan saya itu, saya diperingatkan berhati-hati jika membeli cindramata dari anak-anak kecil yang menjajakan dagangannya di wilayah ini. Jika satu sudah dibeli, yang lain akan minta dibeli juga dengan memaksa. Saya yang memang tidak berniat membeli apapun, tidak bisa mengecek kebenaran dua cerita tersebut.

DSC01229

Tepat berada di tepi Danau Batur, Toya Bungkah, menawarkan pemandian air hangat yang lain dari pada tempat biasa. Alamnya yang sejuk, dengan pemandangan danau dan gunung Batur yang cantik. Saat membayar, pengunjung sudah disediakan handuk bersih yang dibungkus dengan plastik bening, dan shampo kemasan didalamnya. Loker, ada dibagian lain tempat mengganti pakaian.

DSC01240

Kawasan ini, dibagi menjadi  beberapa bagian. Di lokasi paling depan, ada kolam renang besar, yang juga berisi air hangat dan lebih seperti wahana bermain keluarga lengkap dengan seluncur airnya. Dibagian bawah, ada kolam-kolam lebih kecil dan bersisian langsung dengan danau Batur. Jika lapar, ada warung-warung yang menjual kopi dan pisang goreng hangat, yang sangat cocok dinikmati setelah puas berendam diair hangat.

DSC01269

Bawalah pakain ganti. Tidak mau keliling dengan pakaian basah kan? Di dekat Toya Bungkah, juga ada pura Ulundanu Batur. Jadi, sayang sekali kalau kelewatan. [IBM0515]

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

2 thoughts on “Toya Bungkah, Pemandian Air Panas di Tepi Danau Batur

  1. uce bali says:

    Biasanya di Kintamani diatas jam 1 siang sudah mulai turun kabut. kalau sampai di kintamani diatas jam 1 kemungkinan ngga bisa ngeliat view gunung dan danau baturnya. Jadi sebaiknya kalau akan ke kintamani dari kuta atau denpasar itu sekitar jam 8 atau 9 pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: