Mencicipi SPA ala Bali

   DSC01174

“Begini saya menghabiskan uang mu, setiap bulan,” gurau istri saya, sambil berendem di air hangat pada bath tube putih berair sabun dengan kelopak bunga-bunga kombinasi berwarna merah, putih dan kuning di dalamnya. Tangannya lincah menyipratkan air yang berwarna keruh, campuran dari wewangian dan entah apalagi itu dari tempatnya berendam ke udara.

Buat saya, SPA memang tidak menjadi pilihan utama untuk relaksasi. Beda dengan istri saya. Paling banter, saya akan panggil tukang pijat langganan ke rumah. Tukang pijat yang saya kenal dari sejak beberapa waktu lalu, dan masih saya percaya untuk “grapa grepe” badan saya, selain istri sendiri tentu saja. Ya maklum, selain ongkosnya lebih murah, saya tidak terlalu nyaman “telanjang” didepan orang lain, kecuali si tukang pijat langganan saya.

DSC01175 copy

Masuk ke area SPA yang juga merupakan hotel dengan nama yang sama, di daerah Sanur, Bali, kami disambut oleh mbak-mbak berpakaian lengkap khas pulau dewata. Beberapa jam sebelumnya, kawan saya memang sudah memesan tempat via telepon. Saya dan istri saya, memilih paket couple. Jadi akan ada dua tempat tidur kecil, yang bolong pada bagian kepala, sehingga pada saat tertelungkup, kita hanya melihat lantai dan jeruji tempat tidur.

DSC01177

Masuk ke dalam, kami diantar oleh dua orang perempuan berumur tiga puluh tahunan. Ruang temaram, berbau aroma terapi, dengan dua tempat tidur kecil. Kami berganti pakaian, kemudian berbaring dan dipijet. Hmm… baru pertama kali dipijet perempuan lain, selain istri saya. Istri saya di sebelah masih ngobrol dengan si mbak-mbak yang memijit dia.

Lebih dari satu jam, kami dipijet. Dari kepala, pundak, lutut kaki. Juga tangan dan jari jemari. Pijet aja lho yah, bukan yang laen-lain. Karena paket nya dua jam, kemudian badan saya di olesi oleh krim dingin dan di gosok keseluruh badan bagian belakang. Didiamkan beberapa saat, kemudian di gosok kembali, sampai krim nya copot dari badan. Mungkin daki-daki dibadan ikut luntur juga yah.

Terakhir, kami berendam air hangat dan disuguhkan minuman hangat dan buah. Teh jahe dan buah-buahan segar.

DSC01181 copy

Ya, namanya juga baru pertama kali masuk SPA. Jadi agak norak sampai harus di tulis begini. Yang paling risih ya karena saya hanya pakai celana dalam dan di pegang-pegang oleh si mbak-mbak itu. Menang banyak dia. Ah, tak apalah rugi-rugi dikit, karena badan saya di grepe-grepe, toh akhirnya otot-otot jadi kendor setelah kerja beberapa hari. [IBM0515]

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: