Menjadi Wedding Planner

DSC_0537 copy

Menjadi Wedding Planner itu, sebenernya menyenangkan sekali. Hal yang tidak bisa kita lakukan ketika pernikahan kita, kalau emang sudah pernah, bisa kita wujudkan. Dan yang belom menikah, bisa merancang, kira-kira macam apa pernikahannya nanti akan dilaksanakan. Dari mulai dekorasi, makanan, undangan, oleh-oleh pernikahan, dan masih banyak lagi tetekbengeknya.

DSC01081 copy

Dekorasi set

Siapa sih, yang tidak mau pernikahannya sempurna. Minimal bisa dinikmati secara masal oleh tamu undangan dan bisa cantik kalau diphoto. Namun, tentu saja banyak hal yang harus dipikirkan. Karena pernikahan lebih-lebih resepsi, bukan hanya urusan sang pengantin namun juga merupakan kebutuhan dari orang tua. Di Indonesia, biasanya yang bikin resepsi dari pihak pengantin wanita. Meski ada juga laki-laki yang bikin, atau barangkali kolaborasi. Namun, seringnya ya, pihak wanita yang menyiapkan. Yang laki-laki hanya menyiapkan pendukung lainnya.

DSC00903 copy

menyiapkan hangging flower di pepohonan

Belakangan ini, banyak dijumpai Wedding Organizer yang menawarkan jasa mengurus pernikahan. Tinggal bayar sejumlah uang, dan klik, maka semuanya sudah disiapakan. Gedung, makanan, baju pengantin, baju penerima tamu, make up pengantin dan orang tua, dekorasi, sound system, bahkan ada yang sampai mengurus undangan dan souvenir. Kasarnya nih, tinggal merem aja, terus kemudian beres.

DSC00889 copy

lighting man, panjat pohon demi hasil yang optimal

Permasalahannya adalah, semua yang terjadi, menjadi sangat standar. Pelaminannya setandard. Dekorasinya standard. Acaranya standard. Meja kursinya standard. Dan pernikahannya menjadi standard juga.

DSC00891 copy

merangkai bunga-bunga

Memikirkan sendiri, dan menyiapkan sendiri resepsi pernikahan yang ideal pun, belum tentu menjadi hal yang gampang. Lebih-lebih, di tengah kesibukan pekerjaan dan hari-hari yang begitu keras. Memilih wedding planner mungkin bisa menjadi solusinya. Karena wedding planner akan membantu merealisasikan keinginan pernikahan, tanpa harus memikirkannya sendiri. Mendampingi memilih undangan, merencanakan design dan dekorasi ruangan, dan menjalin alur yang satu-satu diurai. Jadi sang calon, tidak akan direpotkan dengan mahluk bernama printilan tadi itu.

DSC00904 copy

Merangkai Lampion

Sebut saja pernikahan sepasang kekasih Dede dan Juppy yang berlangsung beberapa waktu lalu di sebuah Villa tepi pantai di daerah Gianyar, Bali. Vila Mikelanjelo di Pantai Saba, namanya.

Lebih empat bulan, kami mendampingi hari-hari mereka yang sibuk. Team yang terdiri dari lebih sepuluh orang ini, bekerja dengan gagah berani membuat resepsi pernikahan mereka menjadi tak terlupakan. Dari mulai keliling mencari kain-kain untuk dekorasi, menyiapkan perkakas dekorasi, membeli barang-barang via online, blusukan ke pasar kenari hingga ke pasar poncol disenen.

DSC_0500 copy

Buku tamu bentuk hati dari magnet yang cantik

Dan, ketika seluruh team berkumpul di Bali, masih banyak PR yang harus dikerjakan. Team dekorasi sibuk membuat hiasan berupa bunga-bunga yang digantung di pepohonan.

DSC_0674 copy

Suasana malam yang romantis

Tantangan yang dihadapi justru karena acaranya sendiri akan berlangsung dari sore hingga malam hari dan outdoor. Jadi, nuansa dinner dan remang akan sangat mendominasi. Terlalu terang, justru akan menghilangkan kesan romantis, namun jika teralalu gelap, tentu saja akan menjadi sangat suram.

DSC01087 copy

full set dari atas

Team mulai memilih menampilkan nuansa malam dengan menambahkan lampion yang digantung. Lilin-lilin di atas meja,  lampion apung di kolam renang dan kolam ikan, serta beberapa lampu yang membantuk batas tembok. Kemudian, pelaminan dipilih dengan nuansa sederhana dan elegan, karena acaranya memang akan berlangsung santai dan mingle. Tidak ada kursi pelaminan. Home band akan memainkan lagu-lagu manis dan ada layar besar yang akan menampilkan slide photo-photo dan testimoni dari para undangan.

Dibagian depan, buku tamu dibuat dari magnet berbentuk hati yang akan ditempel pada sebuah bingkai yang cantik.

DSC01152 copy

Mempelai dan Kru berphoto setelah acara

Namun, rasanya senang ketika mendapati sang pengantin berbahagia dan puas dengan hasil kerja kami. Jerih payah berbulan-bulan yang dibayar dengan senyum manis dan tawa puas dari yang punya hajat. [IBM170515]

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: