Konservasi Gajah Way Kambas

Camera360_2014_2_1_093911_jpg copy

Adzan Ashar berkumandang dari masjid kecil, di sebelah pompa bensin. Kami yang masih makan di sebuah restoran padang, bergegas mengabiskan makanan yang masih tersisa dipiring. Pukul setengah empat sore lebih sedikit. Ketika bertanya kepada seorang pelayan, bahwa tujuan kami berikutnya adalah Taman Nasional Way Kambas, mereka bengong. Masih jauh, katanya. Kami disarankan untuk lewat jalan ramai saja, kearah Bandar Lampung, Metro kemudian baru ke Way Kambas. Jaraknya cukup memutar jauh, namun katanya lebih aman jika berkendara malam hari.

Camera360_2014_2_1_095345_jpg copy

Membulatkan tekad, kami menyusuri jalanan di rembang sore. Ketika magrib, kami bertanya lagi kepada seorang penjaga mini market perempuan. Sama kagetnya dengan pramusaji warung nasi padang yang tadi sore kami temui. Dia menyarankan untuk lewat jalanan yang ramai saja, karena tingkat kejahatan malam di Lampung, masih tinggi. Setelah isya, kami bergegas kembali.

Layar GPS kami, beberapa kali blank. Tidak menampakkan apapun. Layar tablet hanya berisi kelip kecil titik warna merah, penanda kami berada, Namun, tak ada garis kontur atau apapun dipeta. Jalanan aspal, sudah berganti dengan macadam, batuan belah yang runcing-runcing. Sepi sekali. Hanya ada satu dua motor dalam interval sekitar setengah jam sekali lewat. Entah berapa jarak rumah-rumah yang kami temui. Yang jelas, ketika ada pemukiman, rumah berikutnya terhalang gelap yang sangat.

Camera360_2014_2_1_102239_jpg copy

Rupanya, kami berjalan diantara perkebunan karet yang sepi. Rumah-rumah yang kami lewati adalah rumah para petani. Kurang dari jam Sembilan malam, namun tempat ini rasanya seperti mati saja. Sepi luar biasa.

Menjelang tengah malam, kami berjumpa dengan sebuah gerbang besar, penanda pintu masuk Taman Nasional Way Kambas. Di pintu masuk, kami disambut oleh dua petugas yang masih berjaga. Mendengar cerita kami, mereka kaget dan tertawa terbahak. Beruntung! Begitu mereka berkomentar. Dari petugas itu, kami baru tahu, bahwa jalur yang kami lewati, memang termasuk jalur yang rawan kejahatan ketika malam. Terutama, kepada pengendara sepeda motor. Mobil juga pernah.

Kami diijinkan untuk bermalam di pos jaga. Menempati sebuah ruangan besar berkaca yang tadinya akan diisi oleh sekawanan mahasiswa dari Bogor, yang kemalaman dan memutuskan untuk bermalam di kota. Urusan nyamuk, bukan main banyaknya. Namun, setidaknya, tempat ini bersih. Beberapa helai tikar digelar. Cukup nyaman kami memejamkan mata, setelah seharian diombang-ambing kapal dan menempuh perjalanan yang luar biasa.

Suara gaduh, membangunkan kami pagi itu. Rupanya, beberapa petugas lain sudah datang. Hari baru saja naik. Dikejauhan saya mendengar kicau burung di dahan-dahan pohon. Rupanya, dibelakang aula ini, cukup rimbun pohonan yang tidak bisa kami lihat ketika malam hari kemarin.

Perjalanan kami hari ini, akan meneruskan ke pusat pelatihan Gajah di Karang Sari. Sayangnya, kami terlalu siang sampai, jadi atraksi memandikan gajah, terlewat.

Camera360_2014_2_1_093619_jpg copyCamera360_2014_2_1_094645_jpg

Namanya Peppy. Gajah Kecil yatim piatu ini, bintang film juga rupanya. Dia baru saja dibawa ke Jakarta, untuk ikut syuting sebuah film komersial. Menurut pawangnya, Peppy merupakan satu dari sekian anak gajah yang berhasil di konservasi. Diketemukan didalam sebuah sumur dan terjebak, lalu ditinggalkan oleh induknya. Kini, Peppy menjadi primadona di pusat pelatihan ini.

Lebih kedalam, sebuah kolam besar tempat gajah-gajah berkubang sudah kosong sama sekali. Beberapa, Nampak merumput dikejauhan. Saya membayangkan, bagaimana rasanya ada diantara gajah-gajah di sabana Kenya atau Taman Nasional di Afrika sana. Kemudian, teringat saya juga akan gading-gading gajah yang dipaksa potong untuk dijadikan perhiasan atau hiasan. Sedih rasanya membayangkan mereka dibunuh sia-sia hanya untuk keserakahan manusia.

Disini, gajah-gajah itu terawat dengan baik. Beberapa gajah yang jinak, juga ikut bermain-main dengan pengunjung. [ibm-0215]

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: