Malaka – Kota Tua yang Mempesona

DSC_0050

Berjalan dilorong sempit gedung-gedung tua peninggalan penjajahan Inggris, berabad-abad yang lalu, atau menikmati pemandangan matahari tenggelam diantara selat malaka yang memisahkan daratan Malaysia dan Indonesia? Kemudian, berbaurlah dengan lalu lalang orang-orang dan pedagang yang saling berteriak di jalan Jongker. Nikmati kuliner yang nikmat khas melayu cina, atau berbaurlah bersama para ekspat dan yang berduit di cafe-cafe mewah sepanjang Jongker Street.

DSC_0078

cafe-cafe pinggir sungai malaka, kalau malem, jadi tambah romantis

Malaka tentu saja, memiliki keasyikannya sendiri. Kota yang tidak terlalu besar ini, berhasil menampilkan suasana kota tua yang bersih dan bersahabat. Rapi dan yang pasti, sungai nya juga bersih. Iya, kota malaka memang dibelah oleh sungai Malaka. Dan peninggalan sejarahnya juga lengkap. Memang tidak salah kalau kemudian pada tahun 2013 lalu, Malaka, menjadi Sister City – nya kota tua Jakarta.

DSC_0092 copyDSC_0088

Kalau mau membandingkan, keadaan kota tua Malaka, memang jauh lebih menyengakan dari kota tua Jakarta. Well, ini bukan semata-mata karena saya pelancong ke negeri jiran. Namun, dari pengamatan, Kota Tua Jakarta memang berasa lebih “kumuh”.

Yang menarik dari Kota Malaka adalah, semua nya menarik. Bangunan-bangunan kota dirawat dengan baik. Hotel dan penginapan-penginapan backpacker yang tersebar disepanjang bantaran sungai Malaka, malah mempertahankan orisinalitas bangunan aslinya. Beberapa dipugar dengan tidak merombak habis arsitektur asli dan menghilangkan ke kunoannya. Tapi nyatanya, makin kuno makin asik.

DSC_0197 copy

kapal di darat? bukan.. ini musium bahari kota malaka

Banyak Musium di malaka. Kayaknya, semua hal ada musiumnya kalo di sana. Musium bahari, musium anu musium itu musium nganu, dan banyak lagi. Dari yang dikelola pemerintah, sampai yang dikelola perorangan. Setiap sudut kota, selalu bisa kita jumpai musium. Ongkos masuknya, antara 10-15 RM.

DSC_0149 copy

salah satu icon Malaca juga. Gereja St. Francis Xavier

Lokal transportasi di Malaka, memang tidak seperti di Kuala Lumpur. Hanya ada bus dan taksi disini. Untuk kemana-mana, jalan kaki saja. Meski begitu, kalau malam, macet juga sih. Terutama akhir pekan.

DSC_0220 copy

salah satu sudut jongker walk

Satu lagi yang bikin betah di Malaka itu adalah, beberapa penginapan persis berada di pinggir Sungai Malaka. Dihiasi cafe-cafe yang kalau malam, jadinya cantik bener. Romantis. Sementara, river cruise lokal, mengantarkan pengunjung menikmati bangunan dan objek-objek lain, dari atas perahu.

DSC_0248

Sungai malaka di waktu malam

Kata kawan saya, ketika saya minta rekomendasi tempat yang menarik, dia bilang, “semuanya menarik!”. Dan saya setuju. [ibm/051214]

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: