Pulau Tidung Perlu Transportasi Lebih Layak

DSC_0041

sepeda, menjadi alat transportasi utama di Pulau Tidung

Sebuah pulau kecil di utara Jakarta, kini menjadi primadona baru untuk berekreasi. Pulau Tidung namanya. Pantai berpasir putih, berarus tenang dengan air jernih bak kristal, menggoda siapa saja untuk datang. Fenomena jembatan cinta dan panorama matahari terbit dan terbenam menantang para penikmatnya untuk ikut ambil bagian menjadi saksi kecantikan pulau yang rupawan ini. 

DSC_0208

kapal yang menghubungkan daratan Jakarta dengan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu

DSC_0200

Untuk bisa sampai kesini, ada beberapa alternatif tempat untuk berangkat. Pertama, dari Pelabuhan Marina Ancol, dengan kapal carter, dari pelanbuhan Muara Angke dan dari Tanjung Pasir, Tangerang. Yang paling umum, memang dari pelabuhan Muara Angke. Karena, disana tersedia selalu, berbagai kapal yang hilir mudik, mengangkut dan menurunkan penumpang ke Tidung.

Ongkos satu kali perjalanan, adalah Rp. 35.000,-. Dengan kapal ekspres, harganya menjadi Rp. 72.000,-. Di pelabuhan ini, kapal-kapal yang berangkat ke Pulau tidung, hanya 2x sehari. Pada pukul 7 pagi, dan pada pukul 11 siang. Namun, tentu saja perlu ekstra pagi datang untuk bisa  mendapatkan tiket dan berangkat. Rata-rata antrian, sudah sangat panjang pada jam-jam siang. Sistem calo masih beralaku dengan baik disini. Jadi, jangan heran, kalau dimana-mana anda menjumpai calo-calo tiket. Harganya memang tidak akan naik. Namun, tetap saja harus berhati-hati.

DSC_0062

Fenomena meloncat dari Jembatan Cinta

Pulau Tidung dengan segala pesona nya tidak hanya menjadi tempat berlibur untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang memilih Pulau kecil ini menjadi lokasi berlibur mereka.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu cukup jeli melihat peluang ini. Home Stay dan penginapan-penginapan berdiri disana-sini. Lokasi-lokasi strategis untuk area kuliner juga bermunculan. Masyarakat yang pada musim-musim tertentu mengabdikan diri menjadi nelayan pencari ikan, berubah haluan menjadi juragan kapal sewaan, home stay, pemandu. Ibu-ibu rumah tangga, bekerja menjadi penyedia konsumsi yang sekalian di paket dalam sebuah trip carteran. Dampak ekonomi yang bisa langsung di nikmati oleh masyarakat penghuni Pulau Tidung.

DSC_0082

Atraksi Banana Boat yang populer di Pulau Tidung. Anda harus membayar Rp. 35.000/orang pertrip

Kesigapan ini, tentu saja membuat Tidung semakin berbenah. Jalanan diperbaiki. Sampah-sampah dibersihkan. Beberapa tahun yang lalu, saya masih sempat menyaksikan jalanan yang belum diaspal di pulau ini. Namun sekarang, semuanya mulus. Namun, semakin baiknya infrastruktur, dan gaung Tidung yang sudah membahana, membuat pulau kecil ini menjadi semakin kecil. Pada hari-hari libur dan akhir pekan, jalanan pulau Tidung yang membentuk seperti labirin, menjadi sangat padat. Sepeda yang menjadi salah satu moda transportasi memenuhi jalanan kecil, berebut ruas dengan motor dan becak-becak motor yang baru belakangan ini muncul. Becak Motor adalah hasil modifiakasi sepeda motor dengan becak. Jika becak konvensional dikayuh seperti sepeda, kini lebih mudah dengan motor.

Salah satu hal yang masih perlu diperbaiki, nampaknya memang transportasi. Kapal-kapal yang berangkat dari Tidung menjuju pulau Jawa, menjadi krusial. Pada libur tahun baru Islam yang lalu, antrian penumpang mengular panjang sekali, karena ketiadaan kapal. Seharusnya, kapal berangkat pada siang hari sekitar jam 11 siang, jam 1 siang, atau jam 2. Namun, hari ini, kapal berangkat lebih dari jam 3. Padahal, cuaca tidak buruk juga. Antrian penumpang yang sudah terjemur hampir beberapa jam, menjadi gelisah dan emosi. Cekcok kecil diantara sesama penumpang, sempat mewarnai antrian.

DSC_0181

anak-anak pulau tidung, beratraksi menyelam demi kepingan uang yang dilempar pengunjung ke laut di dermaga Pulau Tidung. Yang ini, mendapatan Rp.50.000;-

Kapal ekspres, tak lebih baik juga. Kapal yang dijanjikan ber AC, pengap dan panas membara dibagian bawah. Diatas, memang lebih baik nampaknya. Lajunya tak lebih cepat dari kapal biasa. Mungkin kondisi laut yang sedang tidak baik.

Pulau Tidung, Pramuka, Harapan, Pari, adalah beberapa dari hamparan tanah kering di Kepulauan Seribu. Semenjak ditetapkan menjadi taman nasional, kawasan ini menjadi surga bagi para diver dan pelancong. Keindahannya tidak kalah dengan beberapa pulau lain yang tersebar seantero nusantara. Pemerintah, sepertinya sudah patut memikirkan moda transportasi yang lebih layak dan terencana, untuk mendukung geliat transportasi ke surga Jakarta ini. [ibm/061114]

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: