Lawang Sewu Dan Kemegahannya

Camera360_2013_12_27_110848

Sebuah peninggalan sejarah yang tidak ternilai itu, bernama Pintu Seribu atau dalam bahasa lokal Jawa bernama Lawang Sewu

Berjalanlah di Lawang Sewu. Dan rasakan aroma mistisnya.

Begitulah selalu jargon yang kita dengar manakala kita menyebut Lawang Sewu. Sebuah bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang terletak di kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan megah ini, dibangun pada tahun 1904, dan selesai pada 1907. Seluruh gambar pembuatannya dilakukan di negeri kincir angin. Kemudian cetak birunya dibawa ke Semarang.

Adalah dua orang arsitek asal negeri Belanda yang menangangi pembuatan Lawang Sewu. Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag. Pada tahun 1903, di kota Amsterdam, Belanda.

Camera360_2013_12_27_105523

Cinderamata berupa photo-photo sejarah Bung Karno yang di jual di bagian belakang bangunan

Camera360_2013_12_27_111551

Jendela-Jendela kayu besar yang lebih menyerupai pintu

Meski tidak benar-benar memiliki seribu buah pintu, penduduk lokal menamainya demikian, karena bangunan tersebut mempunyai pintu yang sangat banyak. Juga, karena jendela yang sangat besar, hingga menyerupai pintu.

Camera360_2013_12_27_105331

Koridor panjang dengan deretan photo-photo sejarah pembuatan Lawang Sewu dan Kereta Api

Camera360_2013_12_27_105447

Lorong bagian belakang bangunan

Pada masanya, bangunan ini di peruntukan sebagai kantor Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Hingga setelah kemerdekaan dipakai sebagai antor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah..[wikipedia]

Sekarang, Lawang Sewu merupakan satu dari sekian banyak tujuan wisata favorit di Semarang. Datang, dan nikmati sensasi berada di dunia Seribu Pintu. [ibm100814]

Camera360_2013_12_27_112727

Sepatu boot karet, untuk menjelajah bagian bawah bangunan, yang dipakai sebagai penjara pada masa kolonial

Camera360_2013_12_27_111848

dimensi pintu-pintu tanpa ujung

Camera360_2013_12_27_105025

Kelompok Pengamen Lokal yang mengibur pengunjung di halaman tengah. Memberikan tips sekedarnya adalah kebijakan. Mereka memainkan lagu-lagu keroncong, blues, jazz, hingga rock yang dimodifikasi sentuhan etnik

Camera360_2013_12_27_105751

pengunjung menapaki tangga menuju lantai atas

Camera360_2013_12_27_104440

Bagian samping bangunan yang megah

Camera360_2013_12_27_105051

Sudut lain bangunan Lawang Sewu

Camera360_2013_12_27_111031

jaring-jaring jendela yang lapuk, saksi bisu sejarah kemegahan Lawang Sewu

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: