Si Penyebar Maut bernama Ebola

EBOLA

Ebola Virus

Dunia, kembali dibuat tercengang dengan Ebola. Sebuah virus tua yang baru-baru ini menyeruak diantara isu-isu global dunia yang banyak diperbincangkan. Sebut saja misalnya krisis pangan dunia yang mengancam keberlangsungan umat penghuni bumi, organisasi ISIS ( Islamic State of Iraq and Syiria ) yan mengguncang dengan serangkaian aksi tidak berperikemanusiaan, jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina karena serangan roket salah sasaran, konflik kemanusian di jalur Gaza Palestina dengan Israel, atau malah kisruhnya gugatan-gugatan kekalahan calon presiden di pemilu Indonesia. 

Ebola, menyeruak diantara semuanya. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui World Health Organitation hingga harus menerapkan Darurat International karena penyebaran Ebola yang konon lebih cepat dari kasus penyakit apapun di dunia. WHO mengatakan, ini adalah wabah terparah selama kurun waktu 40 tahun dari semenjak Ebola pertama kali menjangkit manusia. Hampir 1000 orang meninggal di Afrika Barat. Meski tidak menyebar melalui udara, namun kewaspadaan tetap saja harus dilipatgandakan.

Siklus Ebola

Siklus Ebola

Lalu apa sebenarnya Ebola itu?

Ebola merupakan virus mematikan yang pertama kali di temukan di sungai Ebola di Republik Democratic Congo pada tahun 1976.

Bagaimana Ebola menjangkiti manusia, kemudian itu pertanyaannya. Berikut beberapa keterangan dari dw.de yang saya copy kan ke sini :

Pembawa Virus

Codot dan kalong termasuk jenis kelelawar besar. Di Afrika, sebagian besar jenis hewan ini membawa virus di dalam tubuhnya, termasuk di antaranya virus Ebola. Tidak seperti manusia, kelelawar kebal terhadap virus-virus tersebut. Karena sering dijadikan bahan makanan, virus yang terdapat pada daging kelelawar dapat dengan mudah menjangkiti manusia

Ancaman Tersembunyi

Laporan ilmuwan yang dipublikasikan di jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases menyebutkan, sebagian kelelawar di kawasan sejak lama membawa virus Ebola dan seringkali bersentuhan dengan manusia. Hal lain adalah kelelawar yang telah terjangkit virus bermigrasi ke Afrika Tengah.

Hewan Lain Menjadi Inang

Hewan yang menampung virus Ebola dari kelelawar juga menyimpan ancaman. Ketika kelelawar membuang kotoran berbentuk buah yang tidak dicerna secara utuh, hewan lain seperti Antilop atau tikus bisa memakan sisa makanan tersebut. Melalui cara itu virus Ebola menyebar dan mengepung manusia.

Akar Masalah

Satwa liar di Afrika sering diburu untuk dimakan. Dikenal dengan nama “Bushmeat,” daging hewan liar ini diolah dan dijual di pasar-pasar tradisional. Namun justru kebanyakan hewan-hewan tersebut membawa berbagai macam virus.

Ancaman Infeksi

Cara mengolah daging dianggap sebagai salah satu sumber masalah. Manusia bisa terjangkit virus hanya dengan bersentuhan dengan darah atau lapisan kulit dalam hewan. Bahkan di Eropa pun manusia dilarang menyentuh kelelawar tanpa sarung tangan, kendati jenis virus yang dibawa jenis kelelawar di benua biru ini kebanyakan tidak berbahaya. [Penulis: Hannah Fuchs | Editor: Rizki Nugraha/Andy Budiman]

Di Indonesia sendiri, meski belum diketemukan adanya kasus EBOLA, namun pemerintah sudah mengumumkan kewaspadaan dan peringatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Peringatan untuk tidak melakukan kontak langsung kepada penderita Ebola, juga dilakukan. Meski belum mengeluarkan larangan bepergian kepada negara-negara endemik ebola sepert Guinea, Liberia dan Siera Leone, pemerintah dengan serius sudah mengeluarkan ancang-ancang dengan memeriksa secara detail penderita penyakit-penyakit yang diindikasi ebola. [ibm090814]

http://www.cdc.gov/vhf/ebola/resources/virus-ecology.html

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: