Lebaran, Waktunya Menghamburkan Makanan (2)

Makan Bersama Saat Lebaran

Di Indonesia, lebaran merupakan sebuah perayaan besar yang melibatkan hampir 3/4 jumlah penduduk indonesia. Menurut hasil sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak terjawab atau tidak ditanyakan.[wikipedia].

Dengan hitungan sebagai pemeluk agama Islam terbanyak di dunia, sekitar 85% penduduknya beragama islam, lebaran bisa menjadi sebuah perayaan besar-besaran. Segala aspek sosial dan ekonomi dikuras habis pada masa lebaran. Tabungan berbulan-bulan, ludes dibelanjakan keperluan merayakan hari besar setahun sekali ini.

Seperti layaknya pesta, makanan menjadi sebuah keharusan. Di rumah-rumah, makanan menjadi menjadi spesial dan berlebihan jumlahnya. Ketupat dan opor adalah wajib. Sementara ikan goreng, semur, kue-kue, seperti jajaran keharusan yang dipajang pada meja-meja berdampingan dengan minuman-minuman menyegarkan dan buah-buahan yang manis. Inilah berkah dari sebulan menjalankan ibadah puasa. Setelah sebulan tidak melakukan aktifitas makan dan minum pada siang hari.

Dan dengan banyaknya makanan yang tersaji, hasrat untuk mencobanya juga melambung tinggi. Lidah-lidah berdecap melihat kilat minyak pada ayam goreng yang menggoda. Melihat kerlip coklat pada kue-kue yang tersaji.

Pola konsumtif ini juga membuat sampah makanan menjadi berlimpah. Kota Solo di Jawa Tengah, menurut Merdeka.com (4/8) dibanjiri sampah sisa komsumsi lebaran masyarakatnya. Di pasar Legi, sampah juga membeludak menggunung. Ini bisa terjadi karena Solo, merupakan salah satu tujuan mudik dari ibu kota.

Sementara itu, sampah Jakarta justru menurun. Wajar saja, karena separuh lebih penduduk Jakarta pulang ke kampung masing-masing untuk merayakan lebaran di kota kelahirannya.

Berdasarkan catatan Dinas Kebersihan DKI, volume sampah pada hari pertama Lebaran, yaitu Senin (28/7) sebanyak 1.700 ton. Kemudian, pada hari kedua Lebaran, Selasa (29/7) meningkat menjadi sekitar 1.800 ton. “Sementara itu, volume sampah selama bulan suci Ramadan rata-rata mencapai 5.800 ton per hari. Jumlah ini meningkat sekitar 2,6 persen dari hari-hari biasa sebelum Ramadan, yaitu hanya sekitar 5.600 ton,” ujar perempuan yang akrab disapa Tyas itu.[antara.com]

ibm[050814]

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: