LUBER yang hampir Punah

wpid-uploads-1-2013-08-11127-pemilu-2014-yess20-pilpres-kpu-didesak-bentuk-dapil-khusus-luar-negeriPemilu sudah usai. Namun masing-masing capres sudah mengumumkan hasil dan memproklamirkan kemenangan lewat jalur hitung cepat yang di gawangi macam-macam lembaga survey. Meski hasil nya sedikit membingungkan, namun itulah kenyataanya. Demokrasi harus berjalan.

Beberapa saat menjelang 9 Juli, rakyat Indonesia yang aktif berjejaring sosial, juga tak kalah hebohnya. Dukungan dan hinaan bertubi-tubi, memenuhi timeline facebook, twitter, path, maupun broadcast massage lewat whatsapp, BBM, atau SMS.

Pendukung salah satu calon, mendewakan calonnya, dan menistakan lawannya dengan berbagai macam cara. kampanye hitam di jejaring sosial seperti tidak menyisakan ruang kepada penggunanya untuk menelaah kebenaran informasi yang beredar. Seperti doktrin dari para pengkhotbah untuk mempertebal keimanan panganutnya, dan menistakan yang lain.

Rakyat ” berperang” di sosial media. Dari pengamatan, saling tuding, saling hasut terjadi hampir disemua lini masa. Tengok lah beberapa akun yang saling menghujat dan saling berselisih pendapat itu. Bahkan, mereka rela menghapus status pertemanan di media sosial, karena perbedaan pendapat tentang siapa jagoan nya.

Kampanye Hitam. Politik Uang. Kampanye terselubung. Beberapa istilah yang mondar-mandir berdengung di telinga lewat siaran televisi dan suara di radio, bacaan di koran hingga ke laman-laman internet.

Rakyat Indonesia, seperti lupa dengan LUBER. Azas pemilu warisan orde lama yang dipakai puluhan tahun di Republik ini.

LUBER adalah Langsung Umum Bebas dan Rahasia. Langsung artinya datang tanpa di wakili. Umum artinya untuk rakyat Indonesia seluruhnya dalam kriteria pemilih. Bebas artinya artinya tidak ada paksaan untuk memilih calon-calon. Dan Rahasia artinya keputusan memilih ada ditangan masing-masing pemilih.

Bukan tidak beralasan pasti, kenapa kemudian ada kata Rahasia dalam pemilu. Terlalu frontal terang-terangan mendukung, tentu saja bisa meresahkan. Kecurigaan dan perpecahan bisa dengan mudah tersulut antar masing-masing pendukung kandidat. Dalam skup kecil di pemilihan RT atau Kepala Desa di negeri ini, kerap kali kerusuhan akibat ketidakpuasan karena “jagoan”nya kalah, lumrah didengar. Masing-masing ingin menang mutlak, dan ogah jadi pecundang. Akibatnya, kelompok-kelompok sosial beradu otot saling berseteru. Kerabat bermusuhan. Tetangga mencurigai tetangganya. Tegang!

Rahasia yang berarti menjaga kerahasiaan pilihan, kini seperti menjadi rahasia umum. Terang-terangan mendukung satu calon dan berseteru dengan pendukung lain, karena loyalitas yang tinggi, atau karena ketidakpahaman makna demokrasi dan azas itu sendiri, menjadi biasa saja terjadi.

Selamat memilih Indonesia. Jangan mau di provokasi. Kita sudah lebih dewasa. (ibm100714)

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: